Apa yang akan aku tulis kali ini tentang bagian timur
Indonesia, ya Papua.
| With Susi Air |
Aku berangkat dinas kali ini untuk komisioning jaringan kabel laut di wilayah kabupaten Teluk Bintuni. Untuk excess power dari British Petroleum BP ke masyarakat Bintuni. Perjalanan dimulai dengan pesawat Lion pagi hari transit dahulu di Bandara Pattimura Ambon dan diteruskan ke Manokwari. Esok hari dilanjutkan dengan pesawat kecil berpenumpang 14 orang Susi air. Perjalanan Manokwari ke Bintuni sekitar 50 menit
Perjalanan ini pertama kalinya saya naik pesawat kecil,
sengaja saya duduk di belakang pilot agar seolah-olah menjadi pilot. Pilot
dikemdikan oleh bule entah darimana yang jelas dia hanya bilang ”Selamat
Pagi”.hal yang kubayangkan tentang Bintuni Papua adalah sebuah teluk dengan
kota kecil dengan penduduk asli dengan budaya yang sangat kental, namun sesaat
tiba dibandara hal yang pertama kali kulihat adalah pengemudi motor dengan helm
hijau dan berpeneng beberapa angka yang menempel dihelmnya, yap dia adalah “abang ojek”
“Dari jawa ya mas..”suara abang ojek asal jawa
mengagetkanku. Ok jawabku. Ternyata dimana-mana selalu ada orang jawa. Disini
secara umum ada beberapa pendatang selain suku asli, yaitu jawa, ambon, bugis
dan palopo. Dimana Bintuni : (tepat dibawah kepala burung)
![]() |
| Bintuni |
Malam itu kita menginap dulu di wisma ‘Sahabat’ didepan
pelabuhan. Esoknya kita melanjutkan perjalanan ke Tanah Merah dengan speedboat dengan
mesin 2x115 Yamaha. Sepanjang perjalanan dipenuhi dengan hutan bakau dan disaat
senja pemandangan disini sangatlah luar biasa.
![]() |
| Pemandangan nikmat dari Allah |
Beberapa hari disini akhinya menuntut kita pulang juga, kali ini dengan travel ke Manokwari. travel disini semua menggunakan double gardan kali ini dengan hilux 3000, menempuh waktu sekitar 8 jam dengan jalur off road.
Save Papuaku



